Tampilkan postingan dengan label Kiasan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiasan Motivasi. Tampilkan semua postingan
“Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” [42.27]

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kalau saja Allah memberikan mereka rezeki yang melebihi kebutuhan mereka, pastilah hal itu akan membawa mereka untuk berbuat melampaui batas dan bertindak sewenang-wenang, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain dengan penuh kekejian dan kecongkakan. Allah memberikan rezeki kepada mereka dari apa yang telah Dia pilihkan untuk mereka, sesuatu yang mengandung kemaslahatan untuk mereka. Maka Dia memberikan kekayaan kepada orang yang berhak untuk mendapat kekayaan dan akan memberikan kemiskinan kepada orang yang berhak untuk mendapatkannya.


Mungkin kita belum juga mendapatkan rezeki yang melimpah karena kita memang belum berhak untuk kaya. Mungkin kita belum siap menjadi kaya, karena bisa saja jika kita mendapatkan rezeki yang lebih banyak dari yang kita miliki sekarang, justru akan membuat kita melampaui batas, berbuat maksiat, congkak, dan menjauhkan diri kita kepada Allah.

Jika menurut Robert T Kiyosaki, untuk menjadi kaya, langkah awal setelah melek finansial ialah dengan memperluas realitas (kapasitas) kita. Kapasitas yang dimaksud oleh Robert ialah kapasitas pemikiran. Tetapi ternyata, bukan hanya kapasitas pemikiran yang perlu kita perbesar, tetapi juga kapasitas ruhiah kita. Kita harus terus meningkatkan kapasitas ruhiah kita sehingga kita siap untuk diberikan rezeki yang lebih banyak tanpa harus melampau batas atau kita berhak menjadi orang kaya.

Marilah kita melihat kebelakang, instropeksi diri sejauh mana kapasitas ruhiah kita. Marilah kita teliti niat kita dalam mencari rezeki, sidahkah niat kita ikhlas? Sudahkah niat kita hanya mencari keridhaan Allah, sudahkah niat kita mencari rezeki untuk menunaikan kewajiban menafkahi keluarga? Sudahkan niat kita mencari rezeki untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi? Mungkin saja, kita mencari rezeki agar mendapatkan penghormatan dari orang lain. Mungkin saja, kita mencari rezeki untuk bersikap sombong terhadap orang lain? Mungkin saja, kita mencari rezeki untuk melakukan kemaksiatan? Marilah kita berlindung kepada Allah dari perbuatan seperti ini.
Mungkin, Anda pernah berpikir atau mengatakan:

“Saya tidak bisa melakukannya.”
“Saya tidak mampu.”

Pernyataan ini menggambarkan suatu kondisi Anda. Pertanyaanya, kondisi kapan? Masa lalu atau masa depan?

“Oh tidak, pernyataan ini menggambarkan kondisi saya saat ini. Saya memang tidak bisa melakukannya saat ini.”

Mari kita tanyakan lagi, mengapa tidak bisa? Mengapa Anda pikir Anda tidak bisa?


“Karena kemampuan saya sekarang sebatas ini.”

Kenapa hanya sebatas ini?

“Inilah hasil belajar dan pengalaman saya selama ini.”

Hasil belajar dan pengalaman masa lalu kan?

“Iya sich.”

Jadi kondisi Anda saat ini adalah hasil dari masa lalu. Masa lalu dimulai dari detik ini ke belakang.

Lalu bagaimana dengan masa depan? Apakah Anda tidak bisa belajar lagi?

“Ya tentu, saya bisa belajar.”

Apakah Anda bisa melakukan hal baru jika belajar?

“Mungkin.”

“Mungkin” adalah starting point yang lebih baik dibanding kata “tidak bisa”. Kata “mungkin” mengandung sebuah harapan, sebaliknya kata “tidak bisa” memupus harapan.
Setiap orang pernah merasakan suatu kekecewaan, kegagalan, dan
frustrasi. Kadang semuanya datang sekaligus, dan kita merasa
dunia runtuh. Segera sesudah itu kita melihat segala sesuatunya
dari sisi negatif. Segala sesuatunya terlihat berantakan.

Ayo sekarang coba melihat dari sisi lain, untuk bangkit kembali.

Bertindaklah. Lakukan sesuatu yang positif. Walau itu mungkin
hanya menyapu halaman, atau membersihkan tumpukan file-file
tua dari komputer anda. Lakukan tindakan, di mana anda adalah
penguasa hidup anda, dan anda akan merasa terfokus secara
positif. Tindakan kecil dapat mengubah sikap anda secara ajaib.


Coba tolong seseorang. Lakukan sesuatu untuk orang lain. Coba
layani orang lain. Semakin kecil orang itu, semakin baik. Coba
anda keluar ruangan sejenak, dan perhatikan apa yang dapat anda
kerjakan bagi orang lain. Orang lain tercipta untuk memperbaiki
hidup anda. Sekarang giliran anda memperbaiki hidup anda, lewat
orang lain.

Hitung keberuntungan anda. Banyak hal baik dalam hidup anda,
dan sering anda lupa bersyukur. Hargai dan bersyukurlah atas
tempat tinggal anda, atas kesehatan anda, atas keluarga anda,
atas pengalaman hidup anda, atas teman-teman anda, atas
ketrampilan anda, pengetahuan anda, dan hidup yang anda miliki.

Temukan tantangan baru. Arahkan kembali energi negatif dan
rasa frustrasi anda pada sesuatu yang dapat menantang anda
untuk berbuat lebih baik.

Positif atau negatif, semuanya cuma ada dalam pikiran. Ubah
sikap anda, dan melajulah...!




Coba anda lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang.
Berpusat dari tempat jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah
riak gelombang yang mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah
anda menghentikan laju riak gelombang itu? Mungkin anda mencoba
dengan memasukkan telapak tangan anda ke dalam air. Atau,
menghadangnya dengan ke dua belah kaki anda. Namun yang terjadi
adalah semakin banyak anda melakukan sesuatu pada permukaan
telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan. Satu-
satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah
dengan membiarkannya berhenti sendiri.


Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran. Semakin keras
anda melakukan sesuatu pada pikiran anda, semakin sulit anda
mencapai ketenangan itu. Amati saja. Jangan tolak atau
menghentikan riak pikiran anda. Biarkan pikiran berangsur-
angsur tenang. Ketenangan diri dimulai dari ketenangan pikiran;
sedangkan ketenangan pikiran bermula dari ketenangan bernafas.
Dalam nafas yang tenang temukan jiwa yang tenang.
Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan masukkan ke dalam hati.

Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.
Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul hidup ini.


Berdirilah di depan jendela, pandanglah keluar.Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini.Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini.Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda.

Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan.Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah.Dan, sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.

Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang takdimiliki siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya

sumber:www.gsog.org
Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terikdatang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda? Mengapa keadaan seringkali tak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak.
Inikah yang disebut dengan "ketidakmujuran"?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari kerena kita
tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum,
meski serasa kecut, tak apalah.

(submitted by Satriyo H.Wibisono, satriyohw@j...)

Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja.

Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi anda jika saja anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk anda.

Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda bisa melihat bintang.

Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Tahukah anda apa itu kemujuran? Bukankah, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran.

Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alami dan semestinya. Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Anda harus melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot mencari-cari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas.


Hargai saja setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja. Amatilah jalan lurus anda. Tak peduli bergelombang atau
berbatu, selama anda yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Dan, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun anda menjadi diri anda sendiri.

(submitted by Yudhi, tisen@m...)

Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan.

Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat mudah! Yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tak bisa menangkap cahaya kebenaran.

Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri
mereka.
Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri. (taken from rekan-kantor)

Segala pekerjaan tidak pernah lebih sulit daripada kelihatan-nya, bila anda telah mulai mengerjakan. Letakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang lain. Ambil selembar kertas dari tumpukan, dan mulailah bekerja. Mulailah gali, dan jangan berhenti.

Jangan cari kenyamanan, tetapi buatlah kenyamanan. Rasakan kepuasan dan pencapaian saat apa yang anda kerjakan telah selesai. Tidak peduli apa yang anda kerjakan, berikan perhatian penuh, dan berikan yang terbaik. Jangan terpikir untuk memberikan yang sempurna. Cukup yang berharga dan berguna. Nikmati dan hargai kerja anda. Banggalah karena anda mengerjakannya.

Pekerjaan yang anda kerjakan, apapun pekerjaan itu, adalah sebuah kesempatan. Kesempatan bagi anda untuk membuktikan orang macam apakah anda. Kesempatan untuk menciptakan sebuah perbedaan. Kesempatan untuk menghargai diri anda, dan orang di sekitar anda.

Berikut ini, beberapa ukuran kesuksesan yang mungkin berguna untuk mengukur kesuksesan anda. Kesuksesan adalah:


1--Mendapat penghasilan yang baik dari pekerjaan yang ditunaikan dengan baik pula. Bila anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda bisa merasakan kegairahan dalam pekerjaan itu dan menikmati apa yang sedang anda kerjakan. Penghasilan yang besar tidak banyak berarti bila anda tidak bisa menemukan kegembiraan dalam pekerjaan anda setiap harinya. Gaji yang anda terima semestinya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari agar anda bisa memusatkan perhatian pada pekerjaan anda.



2--Mempunyai visi mengenai masa depan dan tujuan yang konsisten dengan visi tersebut. Kehidupan kerja anda adalah untuk mengejar tujuan dengan penuh energi, daya cipta dan integritas. Tentu ada semacam ketegangan kreatif antara visi anda dan kenyataan saat ini sehingga anda perlu melakukan peregangan untuk meraihnya. Ketegangan kreatif ini memberi anda energi untuk menjaga momentum dan meraih tujuan anda satu per satu.




3--Memperoleh cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda berhak untuk mendapatkan cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Dapatkan hal ini melalui kerja keras dan dedikasi. Jangan mencampur-adukkan antara "terkenal" dengan "terhormat". Terkadang keinginan anda untuk terkenal harus dikorbankan untuk mendapatkan kehormatan.



4--Memberikan sumbangsih pada masyarakat dengan sukarela. Akuilah bahwa anda menerima sesuatu dari masyakat sekitar, maka dapatkan sebuah kesempatan untuk memberikannya kembali pada mereka. Hal ini bukan karena secara politis dibenarkan, namun karena anda mengakui sepenuh hati bahwa anda benar-benar mendapat karunia dan anugerah; karena berbagi pada sesama adalah sebuah penghargaan yang besar.



5--Menerima kegagalan dan penolakan, namun belajar darinya.. Dikatakan, ada dua tipe orang di dunia ini. Pertama, seseorang yang belajar dari kesalahan mereka sendiri. Dan mereka yang yang belajar dari kesalahan orang lain. Jauh lebih mudah bila anda tidak perlu membuat kekeliruan sendiri. Namun orang yang sukses adalah mereka yang belajar dari kegagalan dan tumbuh bersamanya.



6--Menghabiskan waktunya untuk melakukan apa yang ingin dilakukan. Bisa menikmati setiap hari kerja adalah anugerah yang luar biasa. Seringkali tindakan yang sederhana dan tampak sepele memberikan kepuasan yang besar.

Ingat, ada dua cara untuk menjadi kaya: mempunyai banyak uang, atau memiliki keinginan yang sederhana.



7--Mempunyai gaya hidup yang sehat secara fisik. Pepatah yang mengatakan, "lebih awal tidur, lebih awal bangun, membuat orang jadi sehat, kaya, dan bijak" tetaplah berlaku. Banyak orang lebih memperhatikan mobilnya ketimbang tubuhnya sendiri, padahal kesehatan adalah hadiah yang tidak bisa kita beli. Ingat pula aturan emas mengenai kesehatan yang berbunyi, "jangan makan, minum atau tidur sebanyak yang kita mau."



8--Menjaga kehidupan spiritual. Akuilah bahwa hidup ini sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Cari dan ikuti petunjuk-Nya sehingga anda bisa menjalani hidup ini dengan baik dan terus maju.



9--Berusaha untuk meraih kesempuanaan, namun jangan harapkan itu dari diri anda atau orang lain. Tetaplah berusaha untuk meraih kesempurnaan dengan melakukan perbaikan. Akui bahwa goal anda tidaklah sempurna. Hidup ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang terus-menerus. Daripada mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, lebih baik anda melihat keberhasilan yang diraih oleh orang lain dan berikan mereka pengakuan yang positif.



10--Mempercayai bahwa anda adalah seseorang yang sukses. Pikiran yang positif adalah alat yang ampuh. Anda menjadi apa yang anda pikirkan. Bila anda percaya anda bisa, anda memperoleh "rewards" dari pikiran anda.

Ada banyak jalan menuju kesuksesan, dan itu haruslah dirancang oleh diri anda sendiri. Setiap jalan pasti meliputi kesempatan dan resiko. Pastikan bahwa anda tahu apa makna keberhasilan bagi anda. Henry Kissinger berujar, "Bila anda tak tahu kemana anda sedang melangkah, maka semua jalan takkan membawa anda kemana-mana."

Anda pernah lihat iklan Coca Cola di televisi? Umumnya tema dari iklan-iklan Coca Cola adalah optimisme. Coba lihat iklan yang menggambarkan anak-anak yang ingin bermain layang-layang, tetapi angin tak mau bertiup. Mereka nampak putus asa, tetapi setelah minum sebotol Coca Cola, harapan dan semangat mereka muncul kembali.

Menjalani kehidupan juga seperti itu. Tak perlu bersusah hati atau putus asa, bila menghadapi kesulitan. Bila kita mampu menjalani kehidupan dengan bersemangat, maka beban seberat apapun akan terasa ringan. Bila kita tak pernah kehilangan harapan dan selalu optimis, kita akan selalu menemukan jalan keluar dari suatu masalah.



Tanpa disiplin diri, anda akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak bisa anda capai. Mungkin anda bisa bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasan, dan hasrat. Tetapi, cepat atau lambat anda akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa anda raih tanpa adanya disiplin.

Kita cenderung menganggap disiplin dalam term negatif, yangditempatkan bertetangga dengan kata "hukuman". Namun, sadarkah anda, bahwa satu-satunya disiplin yang negatif - hanya bila hal itu dilakukan oleh orang lain kepada anda. Disiplin diri sebaliknya, adalah sepenuhnya positif dan mendukung.

Anda diberi pilihan. Anda dapat mengabaikan disiplin diri dan menunggu didisiplinkan orang lain - yang terkadang keras dan menyakitkan. Atau mendisiplinkan diri, yang akan dibayar oleh banyak pencapaian.





Lakukan segala sesuatunya dengan upaya terbaik anda. Yaitu,
dengan sekuat tenaga, kecerdasan tinggi, dan sepenuh hati.
Anda pun akan mampu menahan beban yang berat, memecahkan
persoalan yang rumit dan menikmati kehidupan kerja anda.
Namun, setelah itu pandanglah hasil kerja anda dari kejauhan.
Akuilah bahwa anda tak mungkin mengetahui semua hal. Oleh
karenanya, anda tak memiliki kekuasaan untuk memastikan bahwa
semua upaya anda akan berhasil. Tugas anda adalah berusaha
sebaik mungkin. Itu saja.

Harapan terkadang menjadi beban. Itu bila anda beranggapan
bahwa semua harapan yang setinggi langit itu harus terwujud.
Anda tak berhak mengucapkan kata "harus". Sungguh berbeda
antara menaruh harapan dengan memaksakan kehendak. Anda boleh
berkemauan. Untuk itu anda harus berupaya. Namun, anda tak
memiliki hak untuk memutuskan apakah kenyataan akan sesuai
dengan harapan. Sekali lagi, berusahalah sebaik mungkin.




Bersiaplah selalu untuk menghadapi situasi yang menuntut kejujuran anda. Nasehat agar kita senantiasa berlaku jujur lebih mudah diucapkan daripada kenyataan. Bayangkan seseorang dalam keadaan "terjepit"; bila ia berkata jujur, ia akan kehilangan keuntungan besar yang sudah ada dalam genggamannya. Sebaliknya, bila ia mau sedikit berdusta bukan hanya keuntungan namun juga kebanggaan yang akan diraihnya. Sebenarnya, kejujuran tidak berkaitan dengan untung-rugi.


Kejujuran adalah sebuah sikap yang tidak perlu dihitung dengan nilai uang. Kejujuran bukanlah sebuah pilihan. Seseorang melakukan dusta karena ia memilih untuk berdusta. Mengapa dusta adalah pilihan? Karena anda tak bisa menipu diri sendiri. Hati nurani tak bisa dibungkam meski ia hanya berbisik lirih.

Pepatah kuno ini tak pernah lekang bagaimana pun majunya sebuah perekonomian: "kejujuran adalah mata uang yang laku dimana-mana." Bawalah sekeping kejujuran dalam saku anda, itu melebihi mahkota raja diraja sekalipun..






















Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain
itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari
kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan.
Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk
menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar.
Karena itu sangat mudah! Yang sulit adalah melihat kesalahan
diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik.
Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan
sebuta-butanya orang ialah mereka yang tak bisa menangkap
cahaya kebenaran.


Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan
orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar
kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah
menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka
berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya.
Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan
orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri
mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi
baik anda sendiri.





















Aku akan memulainya dengan ucapan syukur
dan senyuman bukan kritikan.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam,
karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan,
seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi,
untuk merubah diri sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja,
dengan kemurahan-Nya aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata:
"Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu,
aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu,
aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku.
Akan kulakukan yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.


(submitted by Iwan Surya D., iwan233@h...)






















Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng jam usai
kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas.
Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya
jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk
hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan
mata.

Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang,
semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak
tidur semalam. Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali.
Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya
waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur
pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah
lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu
untuk mengatur kehidupan.

Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita
heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Dan, semua
itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka
yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan
tiada berujung.

11 Sikap yang Menjadi Penyumbang Kegagalan :

1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah

2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian

3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya

4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan

5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain

6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain

7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar

8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh
orang lain

9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan

10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar

11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi

Adakah Anda memiliki salah satu sikap-sikap di atas?

Sebaiknya Anda memikirkan untuk mengelolanya dari sekarang.

Sumber: Disadur dari Why CEOs Fail by David L. Dotlich & Perter C. Cairo;
Jossey-Bass, 2003


















Hiduplah dengan penuh antusiasme..
Hadapi sesuatu dengan hasrat untuk terpesona..
Dunia ini sudah begitu menakjubkan..
Jangan biarkan anda menyia-nyiakan pandangan untuk mereguk rasa kagum..
Yang anda perlukan adalah responsi yang spontan..
Ada baiknya anda sedikit mengurangi pertimbangan dan
penilaian anda mengenai positif atau negatif..
Sikap antusias hanya membutuhkan..
dan hanya melihat sisi positif dari segala sesuatu..

Ini bukan masalah agar anda tampak bersemangat..
dan ceria dalam menjalani jalur keberhasilan anda..
Namun, ini akan meringankan anda dari hal-hal yang mengkhawatirkan..
Tak ada gunanya melihat dan mencemaskan sisi negatif..
Pikiran anda terlalu jernih untuk dibebani dengan prasangka-prasangka..
Kini, biarkan rasa kagum dan imajinasi memenuhi benak anda..