Kereta api merupakan sarana transportasi yang menggunakan mesin gerak. Menggunakan suatu rangkaian jalan sendiri yang biasa disebut rel. Kereta merupakan salah satu sarana terbaik untuk alat transportasi darat baik melalui dalam kota, antar kota maupun antar Negara.

Kereta api biasanya sudah dijadwalkan secara actual untuk waktu berangkat dan waktu kedatangan, semuanya diatur oleh sistem yang sudah terstruktur. Kereta sarana gerak untuk Negara Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu kereta api lokomotif yang menggunakan tenaga uap dan kereta listrik, untuk kereta listrik bekerja sama oleh PLN ( Persero ) dalam penggunaanya.

Belakangan ini kereta api menjadi salah satu pilihan dominan yang bekerja di sekitar wilayah jabodetabek. Berikut saya jelaskan sedikit tentang langkah – langkah jika anda menginginkan bekerja dengan menggunakan kereta api :



•    Standby 5 menit sebelum jadwal kedatangan

Biasanya kereta tidak selalu tepat dengan jadwal yang diberikan, terkadang dating lebih awal dan terkadang pun dating terlambat. Untuk itu biasakan datang lebih awal untuk mengurangi resiko ketinggalan kereta.

•    Menggunakan Multi Trip ( biasanya pembelian awal Rp. 50.000 )



Terkadang banyak pekerja tidak menggunakan multi trip, biasanya menggunakan tap harian, jika menginginkan kenyamanan membeli Rp. 50.000 dan dapat layanan pembelian, kemudian tidak perlu membuang waktu untuk mengembalikan uang Rp. 5000 jika menggunakan tap harian, menurut saya langkah ini langkah yang sangat baik.

•    Biasakan Menggunakan Gerbong yang Dingin
Biasanya saya sering sekali memasuki gerbong yang panas, tidak ada salahnya mencoba anda mencari gerbong yang lainnya, dikarenakan AC ( Air conditioner ) di Gerbong kereta api secara terpisah, jadi bisa menggunakan gerbong lain jika AC tidak bekerja secara normal.

•    Jangan Membawa Barang Berat 

Pekerja harus dihindari membawa barang berat untuk meminimalkan kehilangan dan lebih mengurangi beban dan rasa cape jika setiap hari harus berdiri dan bekerja.

•    Dahulukan Penumpang Yang Turun & Toleransi Kepada Penumpang Lain

Selalu dahulukan yang turun, dikarenakan semua pekerja harus meningkatkan rasa toleransi dalam bersosialisasi apalagi menggunakan sarana umum. Untuk laki – laki selalu tingkatkan rasa toleransi anda, kepada orang tua, membawa anak, sedang mengandung ataupun pekerja yang sakit.

•    Waspada Barang Bawaan


Menurut saya jika membawa suatu barang bawaan harus selalu waspada, jika laki – laki biasakan tas ditaruh di depan, jangan sekalipun membuat orang lain diberikan kesempatan untuk mengambil sesuatu dari barang bawaan anda, tips dari saya meminimalkan ditaruh di tempat barang, dikarenakan banyak kerugian yang akan timbul, kerugian lupa dan sulit untuk ditemukan.


Semoga langkah – langkah yang saya berikan dapat bermanfaat dalam melakukan proses sistem bekerja setiap hari menggunakan Kereta api commuter line.

Sebelumnya anda harus mendownload terlebih dahulu File - file yang dibutuhkan

bootsect

PeToUSB_3007

usb_prep8

Setelah selesai mendownload baru deh jalankan instruksi - instruksinya,akhirnya aku menemukannya di situsnya Mas Ade Putra. Singkatnya yang harus dipersiapkan :

1.CD Windows XP
2.Flashdisk (minimal 1 GB)
3.File USB_PREP8
4.File PeToUSB
5.File Bootsect
6.1 set Komputer yang memakai Sistem Operasi Windows (misalnya Windows XP)

Untuk prosedurnya sebagai berikut:

1.Coba semua file USB_Prep8, PeToUsb, dan Bootsect di ekstrak ke sebuah folder terserah dimana saja (bisa di C, D, E ato Z sekalipun) dan jangan lupa untuk kasih nama folder yang berisi ekstrakan 3 file diatas
Contoh:
Aku ekstrak USB_Prep8.rar, PeToUsb.rar, dan Bootsect.rar di driver D dengan nama folder PICO XP

2.Setelah diekstrak, pindah hasil ekstrakan PeToUsb ke dalam folder USB_Prep8

3.Lalu Klik dua kali file usb_prep8.cmd yang ada didalam folder USB_prep8 nanti akan muncul “Press any key to continue” yang artinya tekan tombol apa saja.

4.Setelah tekan tombol tadi akan tampil windows PeToUSB. Jangan tutup apapun! Biarkan saja! Dengan munculnya PeToUsb maka ini berarti flashdisk akan diformat dan sebaiknya file yang ada di USB Flashdisk harus di backup dulu datanya atau di copy ke komputer Anda.

5.Kalo sudah dipindah, silahkan klik Start untuk memformat Flashdisk.

6.Setelah proses format selesai, jangan ditutup aplikasi PeToUsb-nya, biarkan sajo.

7.Tekan Start Menu, pilih Run, ketik cmd (lalu tekan Enter atau klik OK).

8.Setelah masuk di MS-DOS ketik cd\

9.Lalu ketik d:\

10.Lalu ketik cd pico xp

11.Lalu ketik cd bootsect

12.Ketik bootsect.exe /nt52 i:

(i adalah drive USB di komputerku) jadi kalo drive USB kamu adalah E berarti Anda harus ketik bootsect.exe /nt52 E: (lalu tekan enter)

13.Kalo berhasil, nanti akan muncul tulisan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes.”

PERINGATAN!!! Dengan munculnya aplikasi cmd untuk bootsect, maka diasumsikan telah terbuka 3 aplikasi yakni cmd USB_Prep8, cmd Bootsect, dan aplikasi PeToUsb.

14.Tutup cmd yang bootsect (jangan yang usbprep8!!) sekalian tutup juga aplikasi PeToUSB-nya.

15.Pada windows Command Prompt yang USB_Prep8 akan muncul beberapa menu (ndak usah di pikirin apa artinya, cukup ikutin aja perintah selanjutnya)

16.Ketik angka 1 lalu tekan Enter. Silahkan browse ke drive dimana ada CD Windows XP anda sekalian

17.Ketik angka 2 lalu tekan Enter. Akan muncul menu yang meminta anda untuk memasukkan huruf yang belum terpakai untuk nama virtual drive tempat proses pembuatan usb installernya, aku ambil contoh drive T

18.Ketik angka 3 lalu tekan Enter. Masukkan input tempat drive USB Flashdisk anda. Kalo di kompieku ada pada driver G

19.Ketik angka 4 lalu tekan Enter. Maka mulailah proses copy ke USB Flashdisk. (jika nanti ada pertanyaan apakah anda ingin mengformat virtual drive anda yang dalam kasus ini adalah drive T. Pilih yes aja lalu tekan enter)

20.Kalo udah tekan enter lagi untuk melanjutkan.

21.Trus tekan enter lagi.

22.Nanti akan muncul popup, klik saja Yes.

23.Klik yes lagi kalo ada popup yang muncul.

24.Klik yes untuk melakukan unmount virtual drive.

25.OK. Proses selesai. Silahkan tutup windows Command prompt usbprep8

26.USB Flashdisk sekarang sudah bisa dipakai untuk melakukan instalasi Windows XP ke Portable Laptop.

Untuk masalah installasi operating system pada laptop sekelas ACER ONE atau AXIOO PICO cukup simple sebab kamu semuanya cuma harus masuk BIOS kemudian ubah boot priority-nya ke usb ato flashdisk. Atau (dalam kasus ini aku install AXIOO PICO) cukup tekan F11 untuk masuk ke boot menu dan pilihlah usb flashdisk. Dalam proses penginstallan pilih yang mode TEXT SETUP lalu setelah proses intallasi selesai maka laptop akan restart. Selanjutnya pilih yang GUI Mode (JANGAN yang TEXT MODE lagi!!). Nah, kalo instalasi XP udah selesai, jangan cabut USB Flashdisk ya! Kalo udah masuk ke desktop XP, baru deh boleh cabut Flashdisknya


Dropdown menu berisikan alamat alamat yang kita khususkan untuk menjelaskan artikel yang kita buat dengan menggunakan menu – menu yang kita atur. Biasanya setiap template website  baik menggunakan blogspot, wordpress, joomla, magenta, ecommerce website, presta shop dan sebagainya sudah di fasilitasi dengan adanya menu. Menu dibagi menjadi dua yaitu menu yang berisi horizontal dan vertical.

Menu – menu yang biasanya dibuat di suatu website biasanya terdapat main menu ( menu utama ), top menu, bottom menu dan footer menu, semua menu tersebut tergantung dari keinginan kita ingin menempatkan sesuai dengan artikel yang ingin dikhusukan melalui menu tersebut.

Biasanya menu dapat di buat menggunakan sistem otomatis dengan website yang dapat membuat menu. Kemudian tinggal copy html tersebut dan di paste di jendela coding. Yang biasanya menggunakan software dreamweaver atau jendela backend website.

Berikut saya berikan script untuk membuat menu dropdown :

Silahkan Download  script tersebut

http://www.4shared.com/office/1O1J9eOq/Script_menu_dropdown.html

Untuk script tersebut tinggal diganti Home, produk kami dan seterusnya sesuai keinginan anda,

Sepertinya sangat mudah untuk membuat website atau blog anda menjadi lebih menarik dan terkesan lebih inovatif. Semoga penjelasan dari saya dapat mudah dipelajari dan dipergunakan secara baik.

 
“Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” [42.27]

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kalau saja Allah memberikan mereka rezeki yang melebihi kebutuhan mereka, pastilah hal itu akan membawa mereka untuk berbuat melampaui batas dan bertindak sewenang-wenang, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain dengan penuh kekejian dan kecongkakan. Allah memberikan rezeki kepada mereka dari apa yang telah Dia pilihkan untuk mereka, sesuatu yang mengandung kemaslahatan untuk mereka. Maka Dia memberikan kekayaan kepada orang yang berhak untuk mendapat kekayaan dan akan memberikan kemiskinan kepada orang yang berhak untuk mendapatkannya.


Mungkin kita belum juga mendapatkan rezeki yang melimpah karena kita memang belum berhak untuk kaya. Mungkin kita belum siap menjadi kaya, karena bisa saja jika kita mendapatkan rezeki yang lebih banyak dari yang kita miliki sekarang, justru akan membuat kita melampaui batas, berbuat maksiat, congkak, dan menjauhkan diri kita kepada Allah.

Jika menurut Robert T Kiyosaki, untuk menjadi kaya, langkah awal setelah melek finansial ialah dengan memperluas realitas (kapasitas) kita. Kapasitas yang dimaksud oleh Robert ialah kapasitas pemikiran. Tetapi ternyata, bukan hanya kapasitas pemikiran yang perlu kita perbesar, tetapi juga kapasitas ruhiah kita. Kita harus terus meningkatkan kapasitas ruhiah kita sehingga kita siap untuk diberikan rezeki yang lebih banyak tanpa harus melampau batas atau kita berhak menjadi orang kaya.

Marilah kita melihat kebelakang, instropeksi diri sejauh mana kapasitas ruhiah kita. Marilah kita teliti niat kita dalam mencari rezeki, sidahkah niat kita ikhlas? Sudahkah niat kita hanya mencari keridhaan Allah, sudahkah niat kita mencari rezeki untuk menunaikan kewajiban menafkahi keluarga? Sudahkan niat kita mencari rezeki untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi? Mungkin saja, kita mencari rezeki agar mendapatkan penghormatan dari orang lain. Mungkin saja, kita mencari rezeki untuk bersikap sombong terhadap orang lain? Mungkin saja, kita mencari rezeki untuk melakukan kemaksiatan? Marilah kita berlindung kepada Allah dari perbuatan seperti ini.
Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.


Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.

“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.

“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.

“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.

“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”

“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.

“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.

“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.

“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.

Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.

“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”

Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.

Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,

“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”

Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,

“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”

“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.

“Abang yakin?”

“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.

“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.

“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.

Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.

“Apa kabar mang Udin?”

“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.

Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,

“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”

“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.

“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.

Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,

“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”

“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.

Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.

“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.

Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.

“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.

“Tidak.”

“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”

Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.

“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.

“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”

Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.


Mungkin, Anda pernah berpikir atau mengatakan:

“Saya tidak bisa melakukannya.”
“Saya tidak mampu.”

Pernyataan ini menggambarkan suatu kondisi Anda. Pertanyaanya, kondisi kapan? Masa lalu atau masa depan?

“Oh tidak, pernyataan ini menggambarkan kondisi saya saat ini. Saya memang tidak bisa melakukannya saat ini.”

Mari kita tanyakan lagi, mengapa tidak bisa? Mengapa Anda pikir Anda tidak bisa?


“Karena kemampuan saya sekarang sebatas ini.”

Kenapa hanya sebatas ini?

“Inilah hasil belajar dan pengalaman saya selama ini.”

Hasil belajar dan pengalaman masa lalu kan?

“Iya sich.”

Jadi kondisi Anda saat ini adalah hasil dari masa lalu. Masa lalu dimulai dari detik ini ke belakang.

Lalu bagaimana dengan masa depan? Apakah Anda tidak bisa belajar lagi?

“Ya tentu, saya bisa belajar.”

Apakah Anda bisa melakukan hal baru jika belajar?

“Mungkin.”

“Mungkin” adalah starting point yang lebih baik dibanding kata “tidak bisa”. Kata “mungkin” mengandung sebuah harapan, sebaliknya kata “tidak bisa” memupus harapan.