Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain
itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari
kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan.
Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk
menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar.
Karena itu sangat mudah! Yang sulit adalah melihat kesalahan
diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik.
Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan
sebuta-butanya orang ialah mereka yang tak bisa menangkap
cahaya kebenaran.


Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan
orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar
kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah
menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka
berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya.
Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan
orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri
mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi
baik anda sendiri.
Pada waktu saya melihat di berita, ternyata ada penambahan di dalam 7 keajaiban dunia, dan pulau komodo ini termasuk di dalamnya, dikarenakan saya sebagai warga yang juga mencintai produk asli negara, maka saya harus mempublikasikan berita ini supaya bagi yang membacanya dapat mendukung pulau komodo ini dengan mengklik 7 wonders . Disana anda sekalian dapat mendukung pulau yang sama - sama kita kagumi agar dapat menjadi salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia.
























Aku akan memulainya dengan ucapan syukur
dan senyuman bukan kritikan.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam,
karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan,
seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi,
untuk merubah diri sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja,
dengan kemurahan-Nya aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata:
"Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu,
aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu,
aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku.
Akan kulakukan yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.


(submitted by Iwan Surya D., iwan233@h...)


Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan;
jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan;
tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran.
(James Thurber)





















Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng jam usai
kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas.
Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya
jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk
hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan
mata.

Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang,
semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak
tidur semalam. Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali.
Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya
waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur
pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah
lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu
untuk mengatur kehidupan.

Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita
heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Dan, semua
itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka
yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan
tiada berujung.

11 Sikap yang Menjadi Penyumbang Kegagalan :

1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah

2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian

3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya

4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan

5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain

6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain

7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar

8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh
orang lain

9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan

10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar

11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi

Adakah Anda memiliki salah satu sikap-sikap di atas?

Sebaiknya Anda memikirkan untuk mengelolanya dari sekarang.

Sumber: Disadur dari Why CEOs Fail by David L. Dotlich & Perter C. Cairo;
Jossey-Bass, 2003