Berikut ini, beberapa ukuran kesuksesan yang mungkin berguna untuk mengukur kesuksesan anda. Kesuksesan adalah:


1--Mendapat penghasilan yang baik dari pekerjaan yang ditunaikan dengan baik pula. Bila anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda bisa merasakan kegairahan dalam pekerjaan itu dan menikmati apa yang sedang anda kerjakan. Penghasilan yang besar tidak banyak berarti bila anda tidak bisa menemukan kegembiraan dalam pekerjaan anda setiap harinya. Gaji yang anda terima semestinya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari agar anda bisa memusatkan perhatian pada pekerjaan anda.



2--Mempunyai visi mengenai masa depan dan tujuan yang konsisten dengan visi tersebut. Kehidupan kerja anda adalah untuk mengejar tujuan dengan penuh energi, daya cipta dan integritas. Tentu ada semacam ketegangan kreatif antara visi anda dan kenyataan saat ini sehingga anda perlu melakukan peregangan untuk meraihnya. Ketegangan kreatif ini memberi anda energi untuk menjaga momentum dan meraih tujuan anda satu per satu.




3--Memperoleh cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda berhak untuk mendapatkan cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Dapatkan hal ini melalui kerja keras dan dedikasi. Jangan mencampur-adukkan antara "terkenal" dengan "terhormat". Terkadang keinginan anda untuk terkenal harus dikorbankan untuk mendapatkan kehormatan.



4--Memberikan sumbangsih pada masyarakat dengan sukarela. Akuilah bahwa anda menerima sesuatu dari masyakat sekitar, maka dapatkan sebuah kesempatan untuk memberikannya kembali pada mereka. Hal ini bukan karena secara politis dibenarkan, namun karena anda mengakui sepenuh hati bahwa anda benar-benar mendapat karunia dan anugerah; karena berbagi pada sesama adalah sebuah penghargaan yang besar.



5--Menerima kegagalan dan penolakan, namun belajar darinya.. Dikatakan, ada dua tipe orang di dunia ini. Pertama, seseorang yang belajar dari kesalahan mereka sendiri. Dan mereka yang yang belajar dari kesalahan orang lain. Jauh lebih mudah bila anda tidak perlu membuat kekeliruan sendiri. Namun orang yang sukses adalah mereka yang belajar dari kegagalan dan tumbuh bersamanya.



6--Menghabiskan waktunya untuk melakukan apa yang ingin dilakukan. Bisa menikmati setiap hari kerja adalah anugerah yang luar biasa. Seringkali tindakan yang sederhana dan tampak sepele memberikan kepuasan yang besar.

Ingat, ada dua cara untuk menjadi kaya: mempunyai banyak uang, atau memiliki keinginan yang sederhana.



7--Mempunyai gaya hidup yang sehat secara fisik. Pepatah yang mengatakan, "lebih awal tidur, lebih awal bangun, membuat orang jadi sehat, kaya, dan bijak" tetaplah berlaku. Banyak orang lebih memperhatikan mobilnya ketimbang tubuhnya sendiri, padahal kesehatan adalah hadiah yang tidak bisa kita beli. Ingat pula aturan emas mengenai kesehatan yang berbunyi, "jangan makan, minum atau tidur sebanyak yang kita mau."



8--Menjaga kehidupan spiritual. Akuilah bahwa hidup ini sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Cari dan ikuti petunjuk-Nya sehingga anda bisa menjalani hidup ini dengan baik dan terus maju.



9--Berusaha untuk meraih kesempuanaan, namun jangan harapkan itu dari diri anda atau orang lain. Tetaplah berusaha untuk meraih kesempurnaan dengan melakukan perbaikan. Akui bahwa goal anda tidaklah sempurna. Hidup ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang terus-menerus. Daripada mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, lebih baik anda melihat keberhasilan yang diraih oleh orang lain dan berikan mereka pengakuan yang positif.



10--Mempercayai bahwa anda adalah seseorang yang sukses. Pikiran yang positif adalah alat yang ampuh. Anda menjadi apa yang anda pikirkan. Bila anda percaya anda bisa, anda memperoleh "rewards" dari pikiran anda.

Ada banyak jalan menuju kesuksesan, dan itu haruslah dirancang oleh diri anda sendiri. Setiap jalan pasti meliputi kesempatan dan resiko. Pastikan bahwa anda tahu apa makna keberhasilan bagi anda. Henry Kissinger berujar, "Bila anda tak tahu kemana anda sedang melangkah, maka semua jalan takkan membawa anda kemana-mana."

Hasil








Coding Program :

USES CRT;
PROCEDURE Flop(N:integer);
FORWARD;
procedure Flip(N:integer);

begin
writeln('flip dijalankan... N=',N);
if N > 0 Then
flop(N-1);
end;
procedure flop;
begin
writeln('flop dijalankan... N=',N);
if n>0 then
flip(n-1);
end;
begin
clrscr;
flip(5);
readln;
end.




Anda pernah lihat iklan Coca Cola di televisi? Umumnya tema dari iklan-iklan Coca Cola adalah optimisme. Coba lihat iklan yang menggambarkan anak-anak yang ingin bermain layang-layang, tetapi angin tak mau bertiup. Mereka nampak putus asa, tetapi setelah minum sebotol Coca Cola, harapan dan semangat mereka muncul kembali.

Menjalani kehidupan juga seperti itu. Tak perlu bersusah hati atau putus asa, bila menghadapi kesulitan. Bila kita mampu menjalani kehidupan dengan bersemangat, maka beban seberat apapun akan terasa ringan. Bila kita tak pernah kehilangan harapan dan selalu optimis, kita akan selalu menemukan jalan keluar dari suatu masalah.



Lebih Lengkap download di :
Relasi Kalkulus

Hubungan/relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B.

2.1.1 SEBUAH RELASI R TERDIRI DARI:
1. Himpunan A
2. Himpunan B
3. Sebuah kalimat terbuka P(x,y) yang menyatakan hubungan antara himpunan A dengan himpunan B.
Dimana x bersesuaian dengan a € A dengan y bersesuaian dengan b € B.

 Bila P(a,b) betul maka a berelasi dengan b. Ditulis a R b
 Bila tidak demikian maka a R b

Relasi biner R antara A dan B adalah himpunan bagian dari A x B. Hal ini dinotasikan dengan R (A x B).Jika (a, b) R, kita gunakan notasi a R b yang artinya a dihubungakan dengan b oleh R, dan jika (a, b) Є R, kita gunakan notasi a R b yang artinya a tidak dihubungkan dengan b oleh relasi R. Himpunan A disebut daerah asal (domain) dari R, dan himpunan B disebut daerah hasil (range atau codomain) dari R.



Contoh:
Misalkan P = {2, 3, 4} dan Q = {2, 4, 8, 9, 15}. Jika kita definisikan relasi R dari P ke Q dengan (p, q) Є R jika p habis membagi q maka kita peroleh
R = {(2, 2), (2, 4), (4, 4), (2, 8), (4, 8), (3, 9), (3, 15)}.

Daerah asal dan daerah hasl relasi bias saja merupakan himpunan yang sama. Ini berarti relasi hanya didefinisikan pada sebuah himpunan. Misalnya R adalah relasi yang didefinisikan pada himpunan orang yang dalam hal ini (x, y) Є R jika x adalah ibu dari y. Relasi yang didefinisikan hanya pada sebuah himpunan adalah relasi yang khusus. Definisi relasi khusus ini dikemukakan dengan definisi berikut: Relasi pada himpunan A adalah relasi dari A x A. Dengan kata lain, relasi pada himpunan A adalah himpunan bagian dari A x A.

Contoh:
Misalkan R adalah relasi pada A = {2, 3, 4, 8, 9} yang didefinisikan oleh (x, y) Є R jika x adalah faktor prima dari y. Maka
R = {(2, 2), (2, 4), (2, 8), (3, 3), (3, 9)}.


2.2 HASIL KALI KARTESIAN
Misalkan A dan B adalah himpunan-himpunan. Hasil kali Kartesian A dengan B (Simbol A x B) adalah himpunan semua pasangan berurutan (a,b) dengan a € A dan b € B.

A x B = {(a,b)|a € A,b € B}
Secara umum, hasil kali kartesian A1,A2,....,An didefinisikan sebagai :
A1 x A2 x ... x An = {(a1,a2,...,an)|a1 € A1,a2 € A2,....,an € An}

Contoh 1 :
Misalkan : A = {a,b,c}; B = {α, β, γ}
Hitunglah : A x B
Penyelesaian :
A x B = {(a,α), (a,β), (a,γ), (b,α), (b,β), (b,γ), (c,α),(c,β), (c,γ)}

Contoh 2 :
Misalkan : A = {a,b,c}; B = {α, β, γ}; C = {1,2}
Hitunglah : (A x B) x C
Penyelesaian :
(A x B) x C = {((a,α),1),((a,α),2),((a,β)1),((a,β),2),((a,γ),1),((a,γ),2),((b,α),1),
((b,α),2),((b,β),1),(( b,β),2),((b,γ),1),((b,γ),2),((c,α),1),((c,α),2),((c,β),1),
((c,β),2),((c,γ),1),((c,γ),2).


2.3 KOMPOSISI RELASI
Cara lain mengkombinasikan relasi adalah dengan mengkomposisikan dua buah relasi atau lebih. Definisi dari komposisi dua buah relasi didefinisikan sebagai berikut.
DEFINISI. Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B, dan S adalah relasi dari himpunan B ke himpunan C. Komposisi R dan S, dinotasikan dengan S o R, adalah relasi dari A ke C didefinisikan oleh S o R = {(a,c) | a € A, c € C, dan untuk beberapa b € B, (a,b) € R dan (b,c) € S}
Dengan kata lain, menurut Definisi diatas kita menerapkan relasi R lebih dahulu, baru kemudian relasi S.
Misalkan A,B dan C adalah himpunan-himpunan. R1 A x B dan R2 B x C
Komposisi R1 dan R2 (simbol R1 o R2) adalah relasi yang elemen pertamanya adalah elemen pertama R1 dan elemen keduanya adalah elemen kedua R2.

R1 o R2 = {(x,z) | (x,y) € R1 dan (y,z) € R2}

Contoh 1 :
Misalkan R1 = {(a,a),(a,b),(c,b)}
R2 = {(a,a),(b,c),(b,d)}
Hitunglah R1 o R2
Penyelesaian :
R1 o R2 = {(a,a),(a,c),(a,d),(c,c),(c,d)}

Contoh 2 :
Misalkan R dan S adalah relasi-relasi yang didefinisikan pada himpunan bilangan bulat positif I.
R = {(x, 2x) | x € I }
S = {(x, 7x) | x € I }
Carilah R o S, R o R.
Penyelesaian:
R = {(1,2),(2,4),(3,6),(4,8),(5,10),(6,12), ...}
S = {(1,7),(2,14),(3,21),(4,28), ...}
Maka
R o S = {(1,14),(2,28),(3,42), ...} = {(x,14x)| x € I}
R o R = {(1,4),(2,8),(3,12), ...} = {x, 4x) | x € I}


Tanpa disiplin diri, anda akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak bisa anda capai. Mungkin anda bisa bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasan, dan hasrat. Tetapi, cepat atau lambat anda akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa anda raih tanpa adanya disiplin.

Kita cenderung menganggap disiplin dalam term negatif, yangditempatkan bertetangga dengan kata "hukuman". Namun, sadarkah anda, bahwa satu-satunya disiplin yang negatif - hanya bila hal itu dilakukan oleh orang lain kepada anda. Disiplin diri sebaliknya, adalah sepenuhnya positif dan mendukung.

Anda diberi pilihan. Anda dapat mengabaikan disiplin diri dan menunggu didisiplinkan orang lain - yang terkadang keras dan menyakitkan. Atau mendisiplinkan diri, yang akan dibayar oleh banyak pencapaian.