Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan.

Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat mudah! Yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tak bisa menangkap cahaya kebenaran.

Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri
mereka.
Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri. (taken from rekan-kantor)

Setiap divisi dan biro yang ada, baik di ROHIS maupun LDI Ash-Shofwah, berkewajiban menyusun program kerja masing-masing selama satu tahun periode kepengurusan. Setiap kegiatan harus dicantumkan hal-hal sebagai berikut:

a Nama kegiatan
b Deskripsi singkat kegiatan
c Waktu dan tempat kegiatan
d Media publikasi
e Anggaran kegiatan

Berikut ini contoh rencana kegiatan dalam program kerja
1) Divisi Kajian Islam Kegiatan Tarhib Ramadhan

a. Nama kegiatan

Nama Kegiatan ini diberi nama ”Tarhib Ramadhan”

b. Deskripsi singkat kegiatan

Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh muslim-muslimah dan masyarakat umum (muslim), yang diadakan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti : kajian (pemberian materi oleh pembicara), ajang kreatif seni islami (teater dan nasyid), bedah buku, seminar (talk show), quiz, bazaar, pemutaran film-film islami dan senyum ramadhan.

c. Waktu dan tempat kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 9 Oktober 2005 di Aula STIS.

d. Anggaran
2) Divisi Penerbitan

Lembar Dakwah Ukhuwah

a. Nama kegiatan

Nama kegiatan ini adalah Lembar Dakwah Ukhuwah

b. Deskripsi singkat kegiatan

Lembar Dakwah Ukhuwah merupakan suatu bentuk syiar Islam yang sederhana, ringan, dan dengan bahasa yang lebih menyatu dengan semua objek dakwah, terutama mahasiswa . Buletin ini berbentuk lembaran dengan ukuran A dengan tulisan diketik dan dicetak.

c. Waktu dan tempat kegiatan

LDU terbit setiap hari Rabu di Kampus

d. Anggaran

Pengeluaran
Produksi :
Edisi Biasa
Print 18 x Rp 2.000,- Rp 36.000,-
Copy master 18 x Rp 10.500,- Rp 189.000,-
Kertas Kuarto 18 x 2 x Rp 25.000,- Rp 900.000,-
Ongkos Cetak 18 x Rp 18.000,- Rp 324.000,-

Edisi Khusus
Print 6 x Rp 4.000,- Rp 24.000,-
Copy Master 6 x Rp 21.000,- Rp 126.000,-
Kertas Kuarto 6 x 4 x Rp 25.000,- Rp 600.000,-
Ongkos Cetak 6 x Rp 36.000 Rp 216.000,-

Transportasi

(pemasaran) 24 x Rp 10.000,- Rp 240.000,-
Disket Rp 13.000,-
Total Rp 2.668.000,-
Pemasukan
Hasil Pemasaran 24 x Rp 50.000,- Rp 1.200.000,-
Donatur Rp 800.000,-
Kas ROHIS Rp 668.000,-
Total Rp 2.668.000,-

Anda tak suka pisang ? Ah,ada baiknya pertimbangkan kembali pilihan itu. Terutama setelah anda mengetahui betapa besar manfaat pisang dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan sehari – hari.

Dibanding sebuah apel, satu buah pisang mengandung protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak. Fosfor tiga kali lebih banyak. Vitamin A dan zat besi lima kali lebih banyak. Selain itu, pisang juga mengandung vitamin- vitamin dan mineral – mineral lain yang jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan apel.
Penelitian terhadap para penderita depresi menunjukkan. Sebagian besar merasa lebih baik setelah memakan pisang. Itu karena pisang mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah oleh tubuh menjadi serotonin, yaitu hormon yang bisa membuat kita tenang, santai dan gembira.

Pisang kaya akan vitamin B, sehingga sangat bagus untuk mengendurkan sistem saraf yang tegang. Kandungan vitamin B6 dalam pisang efektif mengendalikan mood swing yang terjadi pada perempuan yang mengalami sindrom
Pra Menstruasi (PMS).

Pisang juga baik untuk mengatasi anemia, karena kandungan zat besinya membantu menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah. Studi terhadap 200 pelajar di inggris menunjukkan, mereka yang mengkonsumsi pisang saat sarapan dan makan siang berhasil melalui ujian dengan baik. Pisang terbukti merupakan asupan yang penting bagi otak, dan membantu meningkatkan konsentrasi.

Pisang mengandung tiga gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa. Dalam sebuah pisang juga terkandung, protein, tepung, dan lemak yang membuatnya menjadi sumber energi yang andal. Tak heran jika pisang menjadi buah kegemaran para atlet. Kandungan seratnya juga bermanfaat memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit. Banyak budaya di dunia menganggap pisang sebagai buah yang ‘mendinginkan’ yang dapat menurunkan temperatur fisik maupun emosi khususnya pada ibu yang sedang mengandung.

Anda yang sedang berusaha untuk berhenti merokok ada baiknya mencoba pisang secara rutin. Kandungan vitamin B6 dan B12 serta potassium dan magnesium dalam buah ini dapat membantu tubuh untuk pulih dari pengaruh turunya asupan nikotin. Pisang juga rendah akan garam yang membuatnya sangat baik untuk menanggulangi tekanan darah yang tinggi. Bagi yang kerap bermasalah dengan buang air besar ( sembelit ). Mulailah mencoba mengkonsumsi pisang. Pasalnya pisang memiliki kadar serat cukup tinggi yang akan membuat usus besar bekerja maksimal dan memperlancar BAB.

Nah, itu beberapa manfaat langsung pisang bagi tubuh dan kesehatan. Anda tak perlu tiba – tiba jadi penggemar pisang fanatik. Namun anda bisa memulainya dengan mencoba mengonsumsi sebuah pisang sehari. Sehat, mudah, murah. Kenapa tidak? (dra).


Segala pekerjaan tidak pernah lebih sulit daripada kelihatan-nya, bila anda telah mulai mengerjakan. Letakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang lain. Ambil selembar kertas dari tumpukan, dan mulailah bekerja. Mulailah gali, dan jangan berhenti.

Jangan cari kenyamanan, tetapi buatlah kenyamanan. Rasakan kepuasan dan pencapaian saat apa yang anda kerjakan telah selesai. Tidak peduli apa yang anda kerjakan, berikan perhatian penuh, dan berikan yang terbaik. Jangan terpikir untuk memberikan yang sempurna. Cukup yang berharga dan berguna. Nikmati dan hargai kerja anda. Banggalah karena anda mengerjakannya.

Pekerjaan yang anda kerjakan, apapun pekerjaan itu, adalah sebuah kesempatan. Kesempatan bagi anda untuk membuktikan orang macam apakah anda. Kesempatan untuk menciptakan sebuah perbedaan. Kesempatan untuk menghargai diri anda, dan orang di sekitar anda.

Canvas Size command membuat anda dapat memindahkan work space diantara gambar yang ada. Anda juga dapat menggunakan command untuk meng crop gambar dengan mengurangi area canvas. Dalam ImageReady, tambahakan canvas yang muncul dengan warna yang sama atau transparency sebagai background. Dalam Photoshop, ada beberapa pilihan untuk background untuk ditambahkan kedalam kanvas. Jika gambar sudah memiliki transparent background, penambahan canvas akan transparan.
Untuk menggunakan Canvas Size command:

Canvas asli, dan canvas yang ditambahkan foreground pada sisi kanan.

1. Pilih Image > Canvas Size.

2. Lakukan salah satu:




• Masukkan dimensi yang dinginkan ke dalam canvas dalam Width and Height boxes. (Photoshop) Pilih unit pengukuran yang anda inginkan dalam drop-down menus disebelah Width and Height boxes.
• Pilih Relative, dan masukkan jumlah yang anda akan naik atau turunkan ukurannya canvas. (Masukkan angka negative untuk menurunkan ukuran canvas.)

3. Untuk Anchor, klik square untuk mengindikasikan posisi dari gambar yang ada dalam canvas.

4. (Photoshop) Pilih option dari Canvas Extension Color menu:
• Foreground untuk mengisi canvas baru dengan warna foreground baru
• Background untuk mengisi canvas baru dengan warna background baru.
• White, Black, or Gray untuk mengisi canvas baru dengan warna itu
• Other untuk memilih warna canvas baru menggunakan Color Picker
Catatan: Canvas Extension Color menu tidak ada jika gambar tidak berisi Background layer.

5. Klik OK.

Dia masih bocah, usianya belum genap 14 tahun. Tapi keganasan Yahudi telah menghantarkan jiwanya menemui Rabbnya. Bacah yang selalu mengusung cita-cita tanah airnya ini dibunuh dengan darah dingin oleh pemukim Yahudi. Dia adalah Ala’ Hani.

Tidak seperti biasanya, hari itu Ala’ bangun tidur pagi-pagi sekali. Beberapa saat kemudian dia menemui ibunya dan menciumnya. Kemudian dengan agak tergesa-gesa dia ganti pakaian. Sebelum keluar rumah, dia minta ibunya untuk mendoakannya dan menjaga adik-adiknya yang masih kecil. Dia juga minta kepada ibunya agar menyampaikan salam kepada sang ayah yang telah mendahuluinya pergi berangkat kerja pagi-pagi.

Selepas dzuhur, kerumunan massa telah berkumul di depan rumah keluarganya di desa Bitin sebelah timur kota Ramallah. Mereka memberitahu ibu Ala’ bahwa anaknya terluka dalam aksi demo yang memprotes pembangunan tembok pemisah rasial yang dibangun Israel di atas tanah warga Palestina di kawasan tersebut. Namun diluar dugaan, sang ibu justru menjawab, “Ala’ tidak terluka, saya yakin dia telah gugur syahid…”

Hari itu, setelah keluar dari pintu sekolah di mana dia belajar, Ala’ bertemu dengan sekelompok pemuda Palestina di antaranya mereka ada teman-teman sekolahnya. Mereka bertolak ikut demonstrasi menentang pembangunan tembok pemisah rasial yang menggusur tanah desa mereka, tidak terkecuali tanah keluarga Hani, yang telah diduduki penjajah Zionis Israel secara total.

Sejak kecil, menurut anak pamannya, Ala’ yang duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama, ini sering ikut berbagai kegiatan nasonal di kotanya. Dia memiliki semangat revolusi yang tinggi. Memiliki kepribadian yang kuat dan pemberani. Sampai-sampai seorang gugur yang hadir dalam ta’ziah menyampaikan sambutan, sungguh Ala’ lebih tua dari usia yang sebenarnya. Dia bisa memikirkan berbagai persoalan yang tidak pernah terpikirkan oleh orang dewasa sekalipun.

Khaled, salah seorang teman dan sepupu Ala’ mengungkapkan kata-kata yang mungkin sulit untuk dipercaya. Khaled mengatakan, “Tak seorang pun dari keluarga yang percaya bahwa kami tidak akan melihat Ala’ sekali lagi. Dia adalah bocah yang dicintai oleh semua keluarga. Sekiranya tidak demikian, pastilah dia tidak mendapatkan syahadah (mati syahid)…Dia kini telah di syurga dan Allah akan meneguhkan kesabaran kami serta mengantikannya dengan yang lebih baik, insya Allah.”

Kisah kesyahidan Ala’ bemula dari aksi demo hari itu. Menurut Khaled, saat tengah berlangsung aksi demo secara damai untuk menentang pendirian tembok pemisah rasial Israel, kewat seorang pemukim Yahudi dengan mengendarai mobil dan langsung melancarkan serangan tembakan secara tiba-tiba kepada para demonstran.

Akibat aksi brutal teroris Yahudi ini, seorang perserta demo bernama Ahmad terluka. Melihat hal itu, Ala’ langsung menolong rekannya itu. Namun tiba-tiba teroris Yahudi tadi kembali melancarkan serangan tembakan secara sengaja dan mengenai Ala’ yang syahid seketika itu juga, karena timah panas mengenai bagian tubuh yang mematikan. “Saya tidak tahu, bahaya apa yang bisa diciptakan oleh bocah semacam Ala’ terhadap keselamatan teroris Yahudi yang melengkapi dirinya dengan senjata pembunuh modern sementara dia sendiri di dalam mobil?!!”
Ala’ tinggal dalam keluarga yang terdiri dari 4 orang anak dan dua orang tua. Dia sendiri adalah anak tertua. Khaled mengatakan, “Setelah ditinggal Ala’, keluarganya hidup dalam Susana susah, ibunya mengalami shack dan tidak bisa berbicara dengan siapapun.”

Mengenai kalimat terakhir yang diucapkan putranya, Ummu Ala’ menuturkan bahwa setelah memakai pakain baru dan bersiap-siap, berbeda dengan biasanya, kemudian menciumnya. Saat itu Ummu Ala’ sempat bertanya kepada putranya, “Kenapa engkau melakukan itu? Ala’ menjawab, “Semua orang harus mencium ibunya di pagi hari, dan harus bersyukur kepada Allah kerena telah diberi seorang ibu…” Setelah itu, ungkap Ummu Ala’, putranya berpamitan pergi ke sekolah dan minta didoakan untuknya.

Impian terbesar bagi Ala’ adalah bagaimana membebaskan tanahnya yang dirampas pasukan penjajah Zionis Israel untuk mendirikan tembok pemisah rasial. Khaled mengatakan, “Dia selalu memimpikan tanahnya kemabli. Pada suatu kesempatan, kala itu musim petik buah zaitun, pagi-pagi dia berkata kepada ibunya dengan keras, kita dilarang punya zaitun sebagaimana yang dimiliki semua makhluk dan manusia. Alangkah buruknya selama saya masih hidup kondisinya seperti ini.”

Untuk itulah, setiap ada kesempatan demonstrasi yang dilakukan secara berkala di kotanya, Ala’ tidak pernah melewatkan kesempatan itu, guna memprotes pembangunan tembok pemisah rasial yang melibas lebih dari sepertiga tanah pertanian di desanya, Bitin, termasuk tanah keluarganya sendiri.

Akibat aktivitas pembangunan tembok pemisah rasial di timur kota Ramallah, Tepi Barat, ini sejumlah rumah warga terisolasi dari kota. Para pendudukanya dilarang mengunjungi kerabat mereka yang jaraknya beberapa meter saja, itu karena adanya tembok yang memisahkan bagian-bagian kota secara total.

Menurut Khaled, hal yang sangat menyakitkan bagi Ala’ adalah manakala dia tidak bisa mengunjungi sepupunya yang terisolasi di balik tembok rasial ini, yang belakangan ini hidup dalam tekanan yang luar biasa karena kondisi umum yang ada saat itu. Ala’ adalah seorang bocah yang memiliki empati tinggi dan tidak bisa menahan kedzaliman, meski itu dari orang-orang terdekatnya, terlebih bila kedzaliman itu dari orang-orang yang melibas tanah dan impianya…? (seto)