Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng jam usai
kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas.
Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya
jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk
hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan
mata.

Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang,
semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak
tidur semalam. Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali.
Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya
waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur
pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah
lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu
untuk mengatur kehidupan.

Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita
heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Dan, semua
itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka
yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan
tiada berujung.

11 Sikap yang Menjadi Penyumbang Kegagalan :

1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah

2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian

3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya

4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan

5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain

6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain

7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar

8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh
orang lain

9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan

10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar

11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi

Adakah Anda memiliki salah satu sikap-sikap di atas?

Sebaiknya Anda memikirkan untuk mengelolanya dari sekarang.

Sumber: Disadur dari Why CEOs Fail by David L. Dotlich & Perter C. Cairo;
Jossey-Bass, 2003


















Hiduplah dengan penuh antusiasme..
Hadapi sesuatu dengan hasrat untuk terpesona..
Dunia ini sudah begitu menakjubkan..
Jangan biarkan anda menyia-nyiakan pandangan untuk mereguk rasa kagum..
Yang anda perlukan adalah responsi yang spontan..
Ada baiknya anda sedikit mengurangi pertimbangan dan
penilaian anda mengenai positif atau negatif..
Sikap antusias hanya membutuhkan..
dan hanya melihat sisi positif dari segala sesuatu..

Ini bukan masalah agar anda tampak bersemangat..
dan ceria dalam menjalani jalur keberhasilan anda..
Namun, ini akan meringankan anda dari hal-hal yang mengkhawatirkan..
Tak ada gunanya melihat dan mencemaskan sisi negatif..
Pikiran anda terlalu jernih untuk dibebani dengan prasangka-prasangka..
Kini, biarkan rasa kagum dan imajinasi memenuhi benak anda..














Keberhasilan yang diraih..
atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri anda..
Karena andalah yang menjalani semua ini..
Bukan orang lain..
Hanya saja..
terlalu banyak orang tak mau memikul tanggung jawab itu..
Bagi mereka mempertanggungjawabkannya adalah beban..
Padahal, tak seorang pemimpin pun tak merasakan kebebasan setelah berani..
mempertanggungjawabkan kepemimpinannya..
Dan, tanggung jawab tertinggi untuk mencapai kebebasan murni adalah bertanggung
jawab atas diri sendiri..

Seorang bijak pernah menulis demikian:
"Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu..
Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu..
Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu..
Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu..
Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu."
Di atas semua itu, amatilah diri anda..
Hanya mereka yang mengenal dirinyalah..
yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya..














Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar..
di sebuah ladang yang subur..
Bibit yang pertama berkata..
"Aku ingin tumbuh besar..
Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini..
dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini
Aku ingin membentangkan semua tunasku..
untuk menyampaikan salam musim semi..
Aku ingin merasakan kehangatan matahari..
dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku"...

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang..

Bibit yang kedua bergumam..
"Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini..
aku tak tahu..
apa yang akan kutemui di bawah sana..
Bukankah disana sangat gelap?..
Dan jika kuteroboskan tunasku keatas..
bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang?..
Tunasku ini pasti akan terkoyak..
Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka..
dan siput-siput mencoba untuk memakannya..
Dan pasti..
jika aku tumbuh dan merekah..
semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah..
Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"..

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian..
seekor ayam mengais tanah itu menemukan bibit yang kedua tadi..
dan mencaploknya segera..

Renungan :

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja
ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali
kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan
kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita
kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah,
tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka,
hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan,
maka, pilihlah dengan bijak.


















jika kamu memancing ikan..
setelah ikan itu terlekat di mata kail..
hendaklah kamu mengambil ikan itu..
jangan sesekali kamu lepaskan ia kembali..
ke dalam air begitu saja..
karena ia akan sakit oleh ketajaman mata kailmu..
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup...

begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorg..
setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya..
jangan sesekali kamu meninggalkannya begitu saja..
karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat..
melupakan segalanya selagi ia mengingatmu..

jika kamu menadah air biarlah berpada..
jangan terlalu mengharap pada takungannya..
dan janganlah menganggap ia begitu teguh..
cukuplah sekadar keperluanmu..
apabila sekali ia retak..
tentu sukar untuk kamu mengembalikanya seperti semula..
akhirnya ia dibuang..
sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi..

begitu juga jika kamu memiliki seseorang..terimalah seadanya..
janganlah kamu terlalu mengaguminya..
dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa..
anggaplah dia manusia biasa..
apabila sesekali dia melakukan kesalahan..
bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya..
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya..
sedangkan jika kamu memaafkannya..
dijamin hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya..

jika kamu telah memiliki segenggam nasi..
yang pasti baik untuk diri kamu..
Mengenyangkan..
berkhasiat..
mengapa kamu mencoba untuk mencari makanan yang lain..
yang terlalu ingin mengejar Kelezatan..
kelak nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya..
dan yang terjadi kamu akan menyesal..

begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..
yang pasti membawa kebaikan kepada dirimu..
menyayangimu..mengasihimu..
mengapa kamu berlengah,coba membandingkannya dengan yang lain..
terlalu mengejar kesempurnaan..
kelak kamu akan kehilangannya apabila ia menjadi milik org lain..
kamu juga akan menyesal..

"Bersyukur dan ridho dengan apa yang dikurniakan olehNya..
Insya allah hidup akan menjadi lebih berarti dan bermakna..
try it"